Kliping tentang beberapa VGA
Kumpulan kliping ini dibuat untuk memenuhi salah satu tugas kuliah.
Cara kerja VGA Card
Apa yang dimaksud dengan kartu VGA
Kartu VGA adalah komponen yang tugasnya menghasilkan tampilan secara visual dari komputer kalian. Hampir semua program menghasilkan keluaran visual, kartu VGA adalah hardware yang memberikan perintah kepada monitor untuk menampilkan keluaran visual yang dapat kita lihat.
Kartu grafis
Sebuah komponen dari sistem, biasanya berupa kartu ekspansi, yang menghasilkan citra 2 dimensi atau 3 dimensi pada layar monitor. Sebagai salah satu bagian penting dari PC Anda (selain CPU dan harddisk), kartu grafis mengubah bilangan binari satu dan nol dari hasil komputsai menjadi sebuah citra dimana kita dapat berinteraksi dengannya melalui layar monitor. Dengan kata lain, kita tidak dapat menggunakan komputer dengan cara yang lain sejauh ini tanpa bantuan dari teknologi grafis terdepan.
arsitektur komputer
http://arkommones.blogspot.com/2008/11/cara-kerja-vga-card.html
Cara Kartu Grafis Bekerja
Kartu grafis: Sebuah komponen dari sistem, biasanya berupa kartu ekspansi, yang menghasilkan citra 2 dimensi atau 3 dimensi pada layar monitor.
Sebagai salah satu bagian penting dari PC Anda (selain CPU dan harddisk), kartu grafis mengubah bilangan binari satu dan nol dari hasil komputsai menjadi sebuah citra dimana kita dapat berinteraksi dengannya melalui layar monitor. Dengan kata lain, kita tidak dapat menggunakan komputer dengan cara yang lain sejauh ini tanpa bantuan dari teknologi grafis terdepan.
Hal-hal penting yang perlu dicatat:
· Kartu grafis dapat menangani seluruh kalkulasi citra 2D dan 3D dan melakukan rendering, dan mengambil alih tugas berat berat tersebut dari CPU.
· Kartu grafis kualitas atas harganya sekitar US$300, walau dengan setengahnya Anda pun dapat memperoleh kartu grafis 3D lain yang cukup cepat.
· Chipset grafis terbaru meningkatkan kinerja kartu grafis, dan para vendor biasanya merilis chipset baru antara 6 sampai 12 bulan sekali.
· Hampir semua kartu grafis modern menggunakan slot AGP (accelerated graphics port) pada PC dan memiliki memori sekurangnya 16MB.
· Hanya game 3D terbaru dan CAD (computer-aided design) kelas high-end yang benar-benar memanfaatkan sepenuhnya kemampuan kartu grafis terbaru tersebut.
Gambar atau citra yang Anda lihat di layar monitor mengambil rute yang kompleks di dalam PC. Saat aplikasi yang Anda jalankan ingin menciptkan sebuah citra, ia akan memohon pertolongan pada bagian dari sistem operasi yang terhubungkan dengan kartu grafis (yang disebut interface driver grafis). Sebagai jawabannya, driver grafis–software yang berfungsi sebagai perantara OS (operating system/sistem operasi) dan kartu grafis–mendengarkan instruksi yang diberikan baik dari OS atau dari aplikasi, kemudian mengambil data digital yang diperlukan dan mengkonversikannya menjadi sebuah format yang dimengerti oleh kartu grafis tersebut.
Kemudia, driver menyalurkan data digital yang baru diformat tersebut kepada kartu grafis untuk melakukan rendering. Bila Anda memiliki PC yang dibuat di atas tahun 1998, data berjalan ke kartu melalui sebuah slot pada motherboard yang dinamakan AGP (accelerated graphics port/port grafis yang dipercepat). PC yang tidak memiliki slot AGP biasanya menggunakan slot PCI standar sebagai port kartu grafis mereka.
Pemberhentian data pertama, setelah disalurkan ke kartu, adalah ruang penyimpanan sementara di memori, baik pada memori di kartu itu sendiri atau pada memori utama PC. Kemudian prosesor kartu grafis, yang dinamakan GPU (graphics processing unit), mengubah data digital tersebut menjadi pixel, sebuah set dari titik berwarna yang membentuk citra yang Anda lihat di layar monitor. Volume dari pixel yang diproduksi oleh kartu tersebut sangat banyak: Saat resolusi monitor Anda di set pada 1024 kali 768, kartu grafis akan mengkalkulasikan jumlah warna yang tepat untuknya, dan menghasilkan data untuk agar sebanyak 786.432 pixel digambarkan di layar–dan mengulangi proses ini sebanyak 30 hingga 90 kali per detik.
Mempercepat Data Ke Layar Monitor
Pada titik ini, pixel tidak siap untuk digambarkan di layar. Setelah setiap potongan dari data citra diubah menjadi data pixel, ia dikirim kembali ke memori untuk disimpan. Kebanyakan monitor CRT (cathode ray tube) hanya memahami sinyal analog. Saat itulah dimana RAMDAC (random access memory digital-to-analog converter) milik kartu grafis bekerja. Seperti namanya, RAMDAC mengubah data digital untuk setiap pixel menjadi sinyal analog untuk warna merah, hijau, dan biru (RGB, red-green-blue) yang akan diubah monitor untuk menampilkan gambar. Semakin cepat RAMDAC mengubah data (diukur dalam satuan megahertz), semakin tinggi resolusi yang dapat dihasilkan oleh kartu grafis, dan semakin cepat ia melakukan refresh (beberapa monitor CRT–dan sebagian besar monitor LCD [liquid crystal display] dapat menerima sinyal digital; sehingga monitor jenis ini memerlukan kartu grafis khusus tanpa RAMDAC).
Monitor akan menampilkan pixel analog sebaris per satuan waktu, dan untuk menghasilkan ilusi adanya pergerakan, kartu grafis harus menghasilkan pixel selayar penuh setiap detiknya. Para vendor kartu grafis menentukan kecepatan dimana kartu grafis melukiskan pixel pada berdasarkan fill rate-nya; board masa kini memiliki fill rate dengan rentang ber-gigapixel (sekitar 1 juta pixel) per detik. Semakin cepat fill rate-nya akan mempercepat frame (atau refresh) rate yang lebih cepat–yaitu seberapa cepat keseluruhan gambar pada layar digambar kembali setiap detiknya. Rate dengan kecepatan minimal 30 frame per detik (frame rate untuk televisi dan video) akan menipu mata dengan melihatnya sebagai gerakan yang halus mulus.
Saat Anda meningkatkan resolusi layar (banyak kartu yang mendukung resolusi hingga 2048 kali 1536 pixel), Anda menambah beban kerja pada kartu grafis dengan memaksanya menghasilkan lebih banyak pixel. Hal yang sama berlaku juga saat Anda meningkatkan kedalaman warna dari “high color” 16-bit menjadi “true color” 32-bit, akan menambah kompleksitas kerja yang harus dikerjakan kartu tersebut. Karena frame yang besar membutuhkan lebih banyak pixel untuk mengisinya, frame rate dapat mengalami penurunan bila beban kerja telah mencapai kapasitas maksimum untuk menghasilkan data pixel oleh GPU dan RAMDAC.
Menghadapi Tantangan Citra 3D
Seperti kemampuan Superman membengkokkan baja, kartu grafis terbaru dapat memproses citra dua dimensi (contohnya adalah pekerjaan saat Anda tengah menjelajah Web atau bekerja dengan aplikasi kantor). Citra 2D seperti itu hanya me-render dalam arah vertikal dan horisontal, seperti layaknya melukis pada kertas gambar.
Tetapi untuk membuat citra 3D yang realistis ke dalam permukaan dua dimensi seperti pada layar monito membutuhkan hal yang lebih dari kartu grafis: pandangan adanya kedalaman. Bila pixel berwarna atau titik yang membangun blok grafis 2D, poligon–dengan dibayangi tekstu di sisinya akan menambah ilusi adanya kedalaman–akan membuat sebuah citra 3D. Kebanyakan orang melihat citra 3D saat mereka bermain game pada PCnya, tetapi aplikasi lainnya, seperti CAD dan program modeling 3D, juga menggunakan kekuatan pemrosesan 3D dari kartu tersebut. Menangani poligon seperti itu membutuhkan tenaga pemrosesan yang lebih tinggi daripada memberi warna pada pixel, tetapi GPU saat ini–beberapa diantaranya memiliki kemampuan pemrosesan seperti layaknya CPU pada PC murah–dapat mengambil alih tugas tersebut.
Trik Membentuk Citra 3D
Kartu grafis menggunakan banyak trik yang disertakan pada firmware dan driver mereka untuk merender perspektif 3D ke dalam tampilan 2D, menipu mata untuk percaya bahwa poligon yang ditampilkan pada tabung layar monitor datar memiliki kedalaman. Tergantung dari kartu Anda, beberapa dari feature ini tugasnya ditangani oleh GPU, sementara tugas lainnya ditangani oleh CPU melalui driver kartu grafis. Trik-trik tersebut antara lain:
· Hardware transform dan lightning menangani penempatan poligon dan efek pencahayaan.
· Bump mapping menerapkan tampilan halus atau kasar pada tekstur poligon, yang menambah adanya ilusi adanya kedalaman.
· Anti-aliasing menghilangkan gerigi pada garis diagonal pada citra yang tergambar.
· MIP mapping mencegah kartu untuk menggambar obyek yang “jauh” secara detail (contohnya penggambaran permukaan daratan pada game simulasi pesawat, saat Anda tengah melayang pada ketinggian yang cukup tinggi) sampai saat Anda mendekatinya, yang akan menghemat tenaga pemrosesan.
Sebagai tambahan pada driver grafis, software yang bernama API (application programming interface) akan mengontrol semua aspek dari proses perenderan 3D dalam suatu bahasa yang umum yang dapat dimengerti oleh semua kartu grafis (atau drivernya). Saat ini ada beberapa API yang saling bersaing, termasuk Microsoft Direct3D (bagian dari DirectX), OpenGL, dan API Glide yang merupakan proprietary dari 3dfx khusus untuk kartu grafis buatannya. Kebanyakan kartu grafis dirancang untuk dapat bekerja dengan API lebih dari satu untuk perenderan citra 3D-nya.
Jadi, Kartu Grafis Mana Yang Cocok Untuk Saya?
Sejak awal kelahiran komputer PC-compatible, para pembuat PC telah menggunakan kartu grafis untuk mempercepat proses penampilan. PC versi awal menggunakan kartu grafis untuk mengurangi beban CPU saat harus merender setiap karakter pada lingkungan DOS berbasis teks. Dengan kemajuan sistem operasi berbasis GUI seperti Windows–dan game 3D–rendering semakin kompleks kerjanya, dan kartu grafis semakin penting posisinya.
Dengan semakin matangnya pasar kartu grafis, 3dfx, dengan jajaran akselerator grafis Voodoo-nya, dengan cepat merajai pasar kartu grafis 3D. Tetapi dengan berlalunya waktu, perusahaan lain mulai mengancam dominasi 3dfx tersebut: NVidia, dengan jajaran GeForce-nya (saat ini merupakan produk terbanyak yang dilisensi oleh pembuat kartu grafis), berusaha merampas mahkota kejayaan 3dfx tersebut.
Sementara kedua raksasa grafis tersebut bertarung, perusahaan lain berhasil mengeluarkan produk lainnya. ATi, yang biasanya menjadi penggembira di pinggir arena kartu grafis kelas menengah, baru-baru ini mengeluarkan jajaran kartu grafis berchipset Radeon yang ditujukan untuk ikut bertempur di pasar kartu grafis high-end. Perkembangan industri kartu grafis terus meningkat setiap kurun waktu enam bulan dengan dipimpin oleh NVidia, dan setiap vendor setidaknya mengeluarkan chipset GPU terbaru mereka minimal setahun sekali. Perusahaan lain seperti Matrox, SiS, dan S3 saat ini bersaing dalam pasar kartu grafis kelas low-end dan medium.
Kebanyakan kartu grafis saat ini menggunakan memori video sebesar 32MB. Selain kemampuan merender grafis 2D yang datar pada aplikasi perkantoran dan browser Web, kartu grafis ini juga mampu digunakan untuk menjalankan game 3D. Kartu kelas menengah biasanya berharga US$200 hingga US$300. Kartu-kartu ini biasanya menggunakan chipset NVidia GeForce2, dan memori Double Data Rate SDRAM (synchronous dynamic random acces memory) yang mampu mendobelkan kecepatan transfer data setiap “klik” dari clock memori.
Untuk kartu yang lebih maju datang dengan memori video onboard minimum 64MB, chipset GPU paling bertenaga, dan kemampuan rendering 3D yang lebih maju. Kartu terbaik ini, mampu menghasilkan fill rate dalam rentang gigapixel-per-detik, dijual dengan harga termurah US$400 dan menawarkan feature yang lebih banyak seperti hardware T&L (transform and lightning), dapat mempercepat laju frame rate pada game yang mendukung feature tersebut serta adanya full-scene antialiasing yang akan membersihkan citra 3D pada resolusi rendah atau menengah.
Semua PC biasanya dikapalkan dengan kemampuan grafis standar: Hal ini berarti diisi sebuah kartu menggunakan chipset generasi awal (seperti GPU 3dfx Voodoo3, Matrox Millenium G200, atau NVidia Riva TNT2) atau salah satu dari kartu tipe murah (ATi 3D Rage Pro, 3dfx Voodoo4, atau NVidia GeForce2 MX) yang memiliki kemampuan hampir sama dengan dengan kartu grafis tingkat atas tetapi banyak dikurangi featurenya.
Pilihan lain yang kurang diminati dari para pemakai aplikasi 3D adalah sebuah GPU grafis terintegrasi yang ditancapkan pada motherboard PC. Dengan sebuah PC dengan chip grafis terintegrasi, biasanya memiliki prosesor grafis low-end dan memori video yang minimal (sekitar 4MB atau 8MB), beberapa diantaranya bahkan berbagi pakai dengan memori sistem. Dengan adanya sharing (bagi-pakai) ini akan mampu menekan harga jual sebuah PC hingga US$300, tetapi kadang-kadang tampilan grafisnya lambat dan buruk terutama pada aplikasi grafis yang berat.
Feature lainnya yang bisa Anda dapatkan dari sebuah kartu grafis adalah disertakannya input dan output video–sebuah tambahan penting untuk melakukan editing video dan meneruskan gambar dari TV atau VCR; akselerasi DVD, untuk meningkatkan mutu saat memutar video DVD; output DVI, untuk digital visual interface yang biasa diminta oleh monitor CRT digital atau monitor layar datar lainnya; dan dukungan monitor ganda/jamak.
Masa Depan Grafis 3D
Dalam tahun-tahun belakangan ini, menurut analis 3D dan multimedia dari Cahners Microdesigns Resources, Peter Glakowsky para pembuat kartu grafis memfokuskan diri pada gaming 3D sebagai target utama pengembangan kartu baru mereka. Tetapi hal tersebut akan berubah. “Microsoft akan mulai menerapkan lingkungan 3D pada user interface mereka, dan pada tahun-tahun ke depan mereka akan memposisikan diri untuk membuat interface Windows dalam 3D. Pada titik tersebut, kebutuhan akan grafis 3D merupakan hal yang umum bagi kebanyakan orang,” ujar Glakowsky.
Opsi lainnya adalah grafis terintegrasi, yang terus tumbuh karena harganya yang murah (firma Jon Peddie Associates memperkirakan bahwa dari 160 juta PC yang dikapalkan tahun ini, 100 juta diantaranya menggunakan grafis terintegrasi). Tetapi banyak para analis percaya bahwa para pembuat kartu grafis 3D memiliki masa hidup yang panjang.
“Kemampuan untuk menghasilkan sesuatu yang sangat bagus seperti film Toy Story hanya tinggal beberapa tahun lagi saja,” ujar Glakowsky. Tetapi menduplikasi fotorealisme dalam bentuk real-time membutuhkan waktu hingga 2010, tambahnya. Tapi mungkin masih diperlukan waktu 10 atau 20 tahun lagi sebelum muncul kartu grafis yang mampu melakukan pemrosesan hingga trilyunan kalkulasi floating point untuk mereplikasi kehidupan nyata dalam bentuk tampilan digital.
http://esrt2000.50megs.com/vga.htm
Mengurangi Beban Kerja VGA pada Windows XP
Seringkali windows Xp terasa lambat jika sudah dibebani dengan banyak aplikasi, terlebih lagi jika dibebani dengan game-game tinggi. Untuk meringankan beban kerja VGA, lakukan cara-cara berikut:
- Masuk Control Panel – Klik 2x “System”
- Muncul jendela “System Properties” [langkah 1 dan 2 bisa diwakili dengan menekan tombol “Windows + Pause Break”
- Klik “Advance” – Pada bagian “Performance” Klik tombol “Setting”
- Pada Tab “Visual Effects” pilih “Custom” – hilangkan tanda check pada semua poin yang ada, kecuali 2 poin paling bawah yaitu pada poin:
- Use drop shadows for icon labels on the desktop
- Use Visual styles on windows and buttons
- Klik Ok terus
Posted by: gempur on: September 4, 2008
http://aghofur.wordpress.com/2008/09/04/mengurangi-beban-kerja-vga
ATI Power Saving dengan Overdrive
Power VGA terbaru membutuhkan arus DC besar, adakah cara untuk menghemat pemakaian power VGA. Produsen VGA boleh saja mengatakan bahwa mereka mengunakan chip dengan teknologi lebih kecil. Selain menghemat biaya produsksi, memakai ukuran silikon lebih kecil akan dapat menekan pemakaian power tanpa meninggalkan kecepatan VGA itu sendiri
Tetapi seberapa besar pemakaian power dapat ditekan. Apakah kita harus menerima produk mereka begitu saja. Seberapa besar kemampuan VGA yang dibutuhkan. Atau ada trik tertentu agar konsumsi power dapat lebih dihemat.
Antara 2D dan 3D memiliki dampak berbeda
Kapan sebuah VGA mengkonsumsi power paling besar. Pastinya ketika VGA bekerja pada aplikasi gaming, proses 3D akan dilakukan penuh oleh GPU dan pemakaian power yang dibutuhkan juga maksimal.
Produsen VGA berupaya agar GPU mereka tidak terlalu banyak mengkonsumsi power. Seperti produk ATI memberikan 2 kecepatan antara 2D dan 3D. Contoh saja pada test pengujian dengan PowerColor Radeon HD 4850, GPU ATI 4850 memiliki 2 kecepatan berbeda pada kodisi 2D dan 3D.
Ketika VGA digunakan untuk aplikasi biasa, seperti kinerja office dengan kinerja 2D. Maka VGA akan menurunkan kecepatan clock GPU lebih rendah dibandingkan kecepatan 3D.Untuk 2D misalnya kinerja GPU hanya bekerja pada speed 500Mhz. Sedangkan kinerja GPU pada aplikasi 3D seperti gaming, maka VGA akan meningkat pada kecepatan 625Mhz.
Tentu menjadi pertanyaan bagi anda, misalnya apakah konsumsi power sebuah VGA PowerColor Radeon HD 4850 dapat diturunkan. Jawabnya tentu saja bisa. Tetapi dengan sedikit pengorbanan pada performa untuk menekan pemakaian power VGA.
Caranya dibawah ini
Anda dapat masuk ke bagian control VGA atau Catalyst Control Center. Dan clik bagian ATI Overdrive, disana akan informasi untuk kinerja GPU seperti kecepatan memory dan GPU sampai suhu dan putaran fan yang terjadi.
PowerColor Radeon HD 4850 memiliki 2 kecepatan berbeda. Ketika proses 2D ditangani oleh GPU maka kinerja GPU menjadi 500Mhz dengan kecepatan memory 993Mhz. ketika kinerja GPU menangani 3D seperti gaming, GPU akan naik menjadi 625Mhz dengan kecepatan memory tetap yaitu 993Mhz. Sehingga untuk proses 3D akan mengkonsumsi power lebih besar.
Apa yang dapat dilakukan untuk menghemat power pada VGA PowerColor Radeon HD 4850. Caranya dengan memainkan kinerja clock GPU dan memory.
Tetapi tidak disarankan menurunkan kecepatan putaran fan. Mengingat kinerja fan sangat berhubungan dengan panas GPU, dan bekerja secara dinamis mengikuti perkembangan temperatur dari GPU dan memory.
Untuk percobaan dilakukan 2 cara pada dibawah ini, sehingga VGA PowerColor Radeon HD 4850 dapat lebih minimal mengkonsumsi power
Hardware yang digunakan dibawah ini :
CPU : Intel E8500 3.16Ghz, speed default
VGA : PowerColor HD4850.
Board : Gigabyte GA-X48T-DQ6 DDR3 Intel® X48
Cooler: Zalman CNPS 9700.
Memory : 4GB Kingston DDR3 PC1066 (clock 800Mhz)
Power : Corsair HX 520
Harddisk : Hitachi 250B SATA, Seagate 120GB SATA data
Monitor : Acer P223W
Untuk recording konsumi power , mengunakan digital ampere meter dan mencatat seluruh kebutuhan power listrik untuk computer.
Tweak menurunkan kinerja VGA dengan 2D
VGA dengan kekuatan besar tentu akan memboroskan pemakaian power computer. PowerColor Radeon HD 4850 memiliki kecepatan default 2D dengan 500Mhz untuk GPU dan 993Mhz untuk memory
Bila anda sering mengunakan VGA dengan perfoma papan atas, seperti PowerColor Radeon HD 4850. Tetapi lebih banyak memanfaatkan untuk aplikasi biasa seperti video editing, office dan sebagainya. Sementara kinerja 3D jarang digunakan , maka VGA secara tidak langsung VGA akan membuang power cukup besar.
Untuk menurunkan kinerja VGA, untuk konsumsi power 2D memang tidak akan berdampak besar. Karena bagian terbesar sudah diminimalkan oleh produsen chip. Misalnya PowerColor Radeon HD 4850 memang sudah mengatur kecepatan minimal pada GPU dengan 500Mhz untuk performa 2D.
Tetapi satu cara agar PowerColor Radeon HD 4850 lebih hemat memakai power. Karena PowerColor Radeon HD 4850 mengunakan clock speed memory pada kecepatan 993Mhz. Pada setting Overdrive terdapat pilihan kinerja memory agar diturunkan sampai 750Mhz. Kunci pada kecepatan memory minimum menjadi 750Mhz, sehingga memory VGA tidak terlalu besar mengunakan power.
Walaupun dampaknya tidak terlalu besar, tetapi kinerja VGA tidak terasa berbeda dibandingkan kecepatan default yang diberikan pabrikan. Selisih penghematan dengan kecepatan VGA asli dan setelah diturunkan, menjadi 135W dari seluruh kebutuhan power PC. Sementara dengan kecepatan standar akan mencapai 141W untuk total konsumsi power computer.
Perbedaan selisih 6W memang tidak berdampak besar, tetapi kinerja memory yang tidak perlu dapat ditekan. Selain menghemat power, maka panas memory tidak akan menambah beban kerja fan VGA.
Tweak menurunkan kinerja VGA dengan 3D
Apakah akan berdampak juga dengan konsumsi power VGA ketika digunakan untuk 3D. Jawabannya tentu dan berdampak lebih besar . Kami mencoba menurunkan kecepatan default 625Mhz (GPU) / 993Mhz (Memory) menjadi 500Mhz (GPU) / 750Mhz (Memory) melalui software Overdrive dari ATI. Selisih konsumsi power lebih rendah 20W. Seperti gambar grafik dibawah ini, ketika kinerja VGA dilakukan penuh maka konsumsi power mencapai 230W. Bila kecepatan VGA diturunkan akan berada antara 210W.
Pertanyaan lain, apakah kinerja VGA akan ikut turun. Sudah pasti menurun tetapi hasil performa penurunan nantinya akan relatif. Dengan mengikat kecepatan VGA pada titik minimum untuk GPU dan memory agar menghemat konsumsi power, sehingga performa VGA akan dampaknya pada game dan menjadi lebih lambat.
Pada test dibawah ini adalah catatan dari kecepatan VGA dengan game COD5. Dengan mengunakan resolusi 1680 x 1050 widescreen, kinerja VGA akan menurun antara 10-15 frame.
Perlu tidaknya menurunkan kinerja VGA agar lebih hemat
Kapan kita perlu berhemat dan tidak perlu membuang energi listrik pada computer
- Bila computer mengunakan VGA power besar. Sementara computer lebih banyak digunakan pada posisi stand-by dan aplikasi biasa, maka langkah menurunkan kecepatan memory dari ATI Overdrive akan menghemat konsumsi power.
- Sedang untuk aplikasi game 3D yang tidak terlalu intensif, seperti RTS game. Mengunakan setting minimal untuk VGA adalah cara yang bijaksana untuk menghemat power computer.
- Kombinasi antara menurunkan kecepatan memory VGA dan GPU, menjadi alternatif untuk sebuah computer agar lebih hemat bekerja. Misalnya tetap mempertahankan kinerja memory , sementara kecepatan GPU ditekan seminimal mungkin. Gunakan setting kekuatan VGA yang anda butuhkan sehingga konsumsi power dapat ditekan.
- Bila computer masih mengunakan power supply yang boros, dampaknya akan lebih besar dalam menghemat power listrik.
Mendidik diri sendiri agar hemat mengunakan energi adalah langkah bijak bagi kehidupan manusia. Langkah akhir tentu ditangan anda, sebagai pecinta computer
http://www.obengware.com/tips/atipowersaving.htm
Informasi Teknologi onboard VGA
Teknologi onboard VGA yang terdapat pada motherboard, makin hari makin menarik untuk diikuti. Banyak terdapat fitur-fitur baru dan penambahan teknologi dari chipset-chipset tersebut. Dahulu, onboard VGA tentu hanya Anda kenal terdapat dalam motherboard kelas value (ekonomis) saja. Namun seiring dengan perkembangan teknologi yang pesat, motherboard-motherboard kelas mainstream rupanya juga sudah mengintegrasikan onboard VGA pada produkproduknya. Tentu saja bukan hanya sebuah chipset onboard VGA yang asal-asalan saja, melainkan onboard VGA yang sudah sangat powerful, di mana dukungan teknologinya hampir setara dengan VGA card add-on.
Onboard VGA yang dahulu hanya dimaksudkan untuk menghemat budget pembelian PC, karena banyak kantor atau instansi pemerintahan yang membeli motherboard jenis ini, saat ini sudah berubah fungsi. Motherboard dengan onboard VGA saat ini banyak dicari karena selain praktis (tidak usah menambah VGA add-on lagi). Kemampuannya juga bias disetarakan dengan VGA add-on, yang setidaknya harus dibeli dengan harga paling murah Rp.500.000. Meskipun memang ada beberapa fitur yang tidak bisa diterapkan langsung ke dalam onboard VGA tersebut.
ATi, nVIDIA dan Intel
Ketiga produsen chipset, yaitu ATi, nVIDIA dan Intel terus berlomba-lomba menciptakan sebuah chipset onboard VGA yang memiliki kemampuan di atas yang lain. ATi dengan Radeon xpress 1250, nVIDIA de ngan nVIDIA Quadro NVS 210S atau nForce 430, dan Intel dengan GMA 3100, mencoba saling mengalahkan antara satu dengan yang lainnya, meskipun di belakang ketiga produsen tersebut sebenarnya masih ada dua produsen chipset lagi, yaitu SIS dan VIA. Terakhir kami catat SIS mengeluarkan chipset SIS 671 dengan engine graphic dari SiS Mirage 3, sedangkan VIA terakhir mengeluarkan chipset VIA K8M890 (untuk processor AMD Athlon 64) dan VIA P4M890 (untuk Processor INTEL), yang diperkuat dengan DeltaChrome Integrated Graphics Processor.
Teknologi Graphics Onboard
Kualitas dari sebuah onboard VGA bisa terlihat dari teknologi yang diusungnya. Beberapa teknologi effect yang biasanya digunakan untuk mengukur seberapa bagus kualitas dari VGA onboard, tersebut antara lain:
Anti-aliasing(AA)
Anti-aliasing adalah salah satu teknik di dalam digital signal processing. Khususnya di dunia grafi s, teknik ini bertujuan untuk mengurangi distorsi aliasing ketika menampilkan gambar resolusi tinggi di resolusi rendah. Biasanya aliasing ini berbentuk jaggies (stairstep, “tangga”), terutama pada penggambaran garis pada sudut-sudut elevasi (posisi miring).
Shader
Secara esensinya, Shader adalah suatu program komputer yang dieksekusi di dalam lingkungan tertentu. Untuk dunia grafi s 3D, program ini digunakan untuk menentukan karakteristik akhir dari permukaan objek atau gambar 3D. Karakteristik tersebut, bisa merupakan deskripsi kompleks mengenai penyerapan maupun penyebaran cahaya, refleksi dan pembiasan, bayangan, perubahan posisi permukaan objek 3D maupun efek post-processing.
High dynamic range rendering (HDR)
Adalah prosedur pencahayaan yang didesain untuk mengemulasi, bagaimana variasi tingkatan cahaya di dunia nyata untuk jarak yang sangat luas. Hal ini biasanya dimungkinkan dengan penggunaan pemrosesan texture floating point dan render target. Untuk format integer sendiri, walau dimungkinkan, namun ia tidak dapat memberikan hasil yang sebanding jika menggunakan pemrosesan dalam format floating point. Timbal baliknya sendiri, perhitungan floating point membutuhkan tenaga pemrosesan GPU yang jauh lebih besar dibanding integer (performance hit yang besar).
Texture Mapping
Adalah metode untuk menambahkan detail tekstur pada permukaan, atau pewarnaan kepada gambar atau objek/model 3D yang dihasilkan komputer (computer-generated). Metode ini, awalnya dipelopori oleh Dr. Edwin Catmull. Penambahan detail tersebut, biasanya berbentuk ‘texture map’ sebagai objek/tekstur yang dipetakan ke permukaan, yang biasanya disebut polygon.
Motion Blur
Penggambaran alur yang sangat jelas dari objek atau benda yang bergerak cepat ke dalam satu gambar maupun gambar sekuensial (video, video game), untuk keseluruhan posisi pergerakkan objek/benda tersebut. Sehingga tampak memberikan kesan yang berbayang-bayang terhadap objek/benda tersebut.
Depth of field
Depth of Field (DOF), adalah hal yang berhubungan dengan tingkat fokus untuk satu titik atau region tertentu dari suatu gambar atau penggambaran, misalnya pada video game, sehingga hanya region yang menjadi fokus saja yang terlihat jelas. Sedangkan untuk bagian lainnya, tampak lebih kabur.
Lens Flare
Adalah efek dari cahaya yang tersebar di dalam suatu sistem lensa. Khususnya untuk grafi s 3D (video game), hal ini digambarkan dengan munculnya efek pemantulan cahaya, jika posisi kamera terekspos ke sumber cahaya yang sangat terang. Sebagaimana halnya jika menggunakan kamera sebenarnya.
Fresnel effect
Suatu fenomena yang berhubungan dengan jarak pandang, yang mana suatu objek/benda yang tidak menghalangi jarak pandang tersebut, namun dapat menghalangi hal yang berhubungan dengan transmisi radio.
Anisotropic filtering
Adalah metode yang digunakan untuk meningkatkan kualitas gambar dari permukaan tekstur yang diperlihatkan pada posisi jauh. Metode ini hampir sama seperti Bilinear maupun Trilinear filtering, di mana akan menghilangkan efek aliasing dengan tetap mengurangi efek blur, sehingga didapatkan gambar yang lebih detail.
Sumber: PC Media
http://epajak.org/komputer/free-monitor-motherboard/informasi-teknologi-onboard-vga
MENG – OVERCLOCK VGA CARD
Meningkatkan kinerja kartu grafis agar tampilan gambar semakin ampuh. Meng-overclock kartu (card) VGA lebih gampang dibanding meng-overclock CPU (central processing unit) atau prosesor. Anda tak perlu membuka casing PC untuk melakukannya. Biasanya para vendor VGA menyediakan opsi tweak pada driver VGA atau overclocking tool yang bisa di-download dari situs mereka di internet. Apabila driver kartu VGA PC Anda tidak menyediakan tweak tool dan di situs vendornya tidak ada overclocking tool, masih ada cara lain, yaitu dengan menggunakan software gratisan yang ada di internet. Salah satu software yang bisa dipakai adalah Powerstrip.
LANGKAH 1
Bukalah browser internet Anda dan ketikkan www.entechtaiwan.com, maka akan terbuka halaman web. Carilah bagian Download. Di situ terdapat tiga jenis file Powerstrip 3.30 yang bisa di-download, pilih English Shareware yang ukurannya 648 KB. Setelah itu, tentukan lokasi penyimpanan installer file Powerstrip di hard disk drive Anda. Proses download akan berjalan, dan seselesainya, lakukan instalasi program.
LANGKAH 2
Setelah proses instalasi dan setup selesai, akan muncul ikon Powerstrip pada Windows Taskbar, tepatnya di system tray. Klik kanan ikon tersebut sehingga muncul menu pop-up. Informasi mengenai hardware dapat Anda buka dengan mengeklik [Options]. Lalu bukalah [Display profiles] [Configure], pada boks Display profiles akan terdapat beberapa pengaturan warna, resolusi, dan refresh rate. Aturlah warna dengan mengeklik menu drop-down pada Color Depth, tingkatkan resolusi dengan menggeser slider. Refresh rate monitor bisa pula ditingkatkan dengan mengeklik menu drop-down dan memilih [standard discrete timing], lalu geser slider. Usahakan pengubahan refresh rate tidak melebihi kapasitas maksimal monitor. Setelahnya, klik [Apply] untuk melihat pengubahan, dan klik [OK].
LANGKAH 3
Pada boks Powerstrip, klik [Performance profiles] [Configure], dan akan terbuka boks baru. Di sini terdapat slider Memory clock dan Engine clock. Klik kanan mouse pada tiap-tiap slider maka akan muncul informasi mengenai clock ini. Engine clock adalah prosesor pada kartu grafis, sedangkan memory clock adalah kecepatan yang diberikan memori untuk mendukung kinerja prosesor kartu grafis.
LANGKAH 4
Tingkatkan memory clock terlebih dahulu sebelum Anda mengubah engine clock-nya. Misalnya, geser slider untuk meningkatkan memori sebesar 2 MHz lalu klik [Apply]. Maka akan muncul boks peringatan berupa hitungan waktu selama 10 detik. Tekan [OK] apabila Anda memilih setelan yang baru, atau tetap memakai setelan memory clock default dengan menekan [No]. Apabila memilih [No], maka monitor akan hitam (flicker) selama beberapa detik, dan kembali normal kembali. Boks ini sangat fungsional, karena bila layar mengalami error maka recovery akan berjalan.
LANGKAH 5
Selanjutnya cobalah untuk meningkatkan kecepatan memory clock secara bertahap sebesar 2 MHz, klik [Apply] dan [OK], dan lihatlah perubahan yang terjadi pada layar. Begitu seterusnya. Apabila gambar di layar mengalami pecah dan muncul titik-titik yang menyebabkan gambar desktop tidak mulus, maka turunkan kecepatan memory clock sampai tidak muncul lagi problem ini.
LANGKAH 6
Cobalah untuk meningkatkan kecepatan memori sampai batas tidak lebih dari 20 persen dari posisi memory clock awal. Misalnya saja memori awal 160 MHz, maka tingkatkan hingga batas maksimal 192 MHz. Memang sebaiknya di bawah angka itu, dan jalankan sistem PC selama beberapa hari. Apabila tidak ada masalah berarti, Anda bisa meningkatkan lagi kecepatan memorinya.
LANGKAH 7
Mengubah engine clock sebenarnya tidak meningkatkan performa layar, namun dengan meningkatkannya pula, maka kestabilan kartu grafis bisa dijaga. Ketika kecepatan memory clock ditambah, maka engine clock juga harus ditingkatkan. Cobalah untuk menaikkan sebesar 5 MHz. Lihatlah terlebih dahulu angka imbang antara kecepatan engine clock dengan memory clock. Jangan menaikkan engine clock secara drastis, karena akan memperburuk kinerja kartu grafis.
LANGKAH 8
Klik [Color profile] [Configure] untuk membuka boks pengaturan warna. Anda bisa mengubah sendiri Gamma, Brightness, Contrast, dan Temperature. Selanjutnya klik [Apply] untuk melihat hasilnya, dan klik [OK] untuk mengakhirinya.
LANGKAH 9
Setelah pengaturan selesai semua, lakukan restart PC dan bukalah program benchmark Dacris untuk mengujinya lagi. Anda bisa menguji kecepatan memori, prosesor, hard disk, 2D video, CD/DVD, internet, printer, dan network.
Sumber:www.els.fk.umy.ac.id
ATI Radeon HD 4830 CrossFire: VGA High-End, Harga Low-End
Radeon HD 4830 sudah 3 minggu lalu dirilis oleh AMD. Ternyata bila VGA HD 4830 dipasang dengan Crossfire malah lebih cepat dari single VGA high end. Kecepatan HD 4830 dengan dual CrossFire mampu melewati GTX 280 sampai HD 4870.
Bila dihitung harganya, HD4830 sebuah hanya $150, dengan 2 buah hanya $300. Sementara harga GTX 280 masih lebih terpaut jauh. Tetapi mengunakan dual VGA dengan peningkatan kemampuan frame rate tetapi membuat komputer lebih boros power. (Hexus)
tengkyu dan terus maju bro..