Kumpulan kliping ini dibuat untuk memenuhi salah satu tugas kuliah.
Apa yang dimaksud dengan kartu VGA
Kartu VGA adalah komponen yang tugasnya menghasilkan tampilan secara visual dari komputer kalian. Hampir semua program menghasilkan keluaran visual, kartu VGA adalah hardware yang memberikan perintah kepada monitor untuk menampilkan keluaran visual yang dapat kita lihat.
Kartu grafis
Sebuah komponen dari sistem, biasanya berupa kartu ekspansi, yang menghasilkan citra 2 dimensi atau 3 dimensi pada layar monitor. Sebagai salah satu bagian penting dari PC Anda (selain CPU dan harddisk), kartu grafis mengubah bilangan binari satu dan nol dari hasil komputsai menjadi sebuah citra dimana kita dapat berinteraksi dengannya melalui layar monitor. Dengan kata lain, kita tidak dapat menggunakan komputer dengan cara yang lain sejauh ini tanpa bantuan dari teknologi grafis terdepan.
Diposkan oleh arsitektur komputer di 06:08
http://arkommones.blogspot.com/2008/11/cara-kerja-vga-card.html
Cara Kartu Grafis Bekerja
Kartu grafis: Sebuah komponen dari sistem, biasanya berupa kartu ekspansi, yang menghasilkan citra 2 dimensi atau 3 dimensi pada layar monitor.
Sebagai salah satu bagian penting dari PC Anda (selain CPU dan harddisk), kartu grafis mengubah bilangan binari satu dan nol dari hasil komputsai menjadi sebuah citra dimana kita dapat berinteraksi dengannya melalui layar monitor. Dengan kata lain, kita tidak dapat menggunakan komputer dengan cara yang lain sejauh ini tanpa bantuan dari teknologi grafis terdepan.
Hal-hal penting yang perlu dicatat:
· Kartu grafis dapat menangani seluruh kalkulasi citra 2D dan 3D dan melakukan rendering, dan mengambil alih tugas berat berat tersebut dari CPU.
· Kartu grafis kualitas atas harganya sekitar US$300, walau dengan setengahnya Anda pun dapat memperoleh kartu grafis 3D lain yang cukup cepat.
· Chipset grafis terbaru meningkatkan kinerja kartu grafis, dan para vendor biasanya merilis chipset baru antara 6 sampai 12 bulan sekali.
· Hampir semua kartu grafis modern menggunakan slot AGP (accelerated graphics port) pada PC dan memiliki memori sekurangnya 16MB.
· Hanya game 3D terbaru dan CAD (computer-aided design) kelas high-end yang benar-benar memanfaatkan sepenuhnya kemampuan kartu grafis terbaru tersebut.
Gambar atau citra yang Anda lihat di layar monitor mengambil rute yang kompleks di dalam PC. Saat aplikasi yang Anda jalankan ingin menciptkan sebuah citra, ia akan memohon pertolongan pada bagian dari sistem operasi yang terhubungkan dengan kartu grafis (yang disebut interface driver grafis). Sebagai jawabannya, driver grafis–software yang berfungsi sebagai perantara OS (operating system/sistem operasi) dan kartu grafis–mendengarkan instruksi yang diberikan baik dari OS atau dari aplikasi, kemudian mengambil data digital yang diperlukan dan mengkonversikannya menjadi sebuah format yang dimengerti oleh kartu grafis tersebut.
Kemudia, driver menyalurkan data digital yang baru diformat tersebut kepada kartu grafis untuk melakukan rendering. Bila Anda memiliki PC yang dibuat di atas tahun 1998, data berjalan ke kartu melalui sebuah slot pada motherboard yang dinamakan AGP (accelerated graphics port/port grafis yang dipercepat). PC yang tidak memiliki slot AGP biasanya menggunakan slot PCI standar sebagai port kartu grafis mereka.
Pemberhentian data pertama, setelah disalurkan ke kartu, adalah ruang penyimpanan sementara di memori, baik pada memori di kartu itu sendiri atau pada memori utama PC. Kemudian prosesor kartu grafis, yang dinamakan GPU (graphics processing unit), mengubah data digital tersebut menjadi pixel, sebuah set dari titik berwarna yang membentuk citra yang Anda lihat di layar monitor. Volume dari pixel yang diproduksi oleh kartu tersebut sangat banyak: Saat resolusi monitor Anda di set pada 1024 kali 768, kartu grafis akan mengkalkulasikan jumlah warna yang tepat untuknya, dan menghasilkan data untuk agar sebanyak 786.432 pixel digambarkan di layar–dan mengulangi proses ini sebanyak 30 hingga 90 kali per detik.
Mempercepat Data Ke Layar Monitor
Pada titik ini, pixel tidak siap untuk digambarkan di layar. Setelah setiap potongan dari data citra diubah menjadi data pixel, ia dikirim kembali ke memori untuk disimpan. Kebanyakan monitor CRT (cathode ray tube) hanya memahami sinyal analog. Saat itulah dimana RAMDAC (random access memory digital-to-analog converter) milik kartu grafis bekerja. Seperti namanya, RAMDAC mengubah data digital untuk setiap pixel menjadi sinyal analog untuk warna merah, hijau, dan biru (RGB, red-green-blue) yang akan diubah monitor untuk menampilkan gambar. Semakin cepat RAMDAC mengubah data (diukur dalam satuan megahertz), semakin tinggi resolusi yang dapat dihasilkan oleh kartu grafis, dan semakin cepat ia melakukan refresh (beberapa monitor CRT–dan sebagian besar monitor LCD [liquid crystal display] dapat menerima sinyal digital; sehingga monitor jenis ini memerlukan kartu grafis khusus tanpa RAMDAC).
Monitor akan menampilkan pixel analog sebaris per satuan waktu, dan untuk menghasilkan ilusi adanya pergerakan, kartu grafis harus menghasilkan pixel selayar penuh setiap detiknya. Para vendor kartu grafis menentukan kecepatan dimana kartu grafis melukiskan pixel pada berdasarkan fill rate-nya; board masa kini memiliki fill rate dengan rentang ber-gigapixel (sekitar 1 juta pixel) per detik. Semakin cepat fill rate-nya akan mempercepat frame (atau refresh) rate yang lebih cepat–yaitu seberapa cepat keseluruhan gambar pada layar digambar kembali setiap detiknya. Rate dengan kecepatan minimal 30 frame per detik (frame rate untuk televisi dan video) akan menipu mata dengan melihatnya sebagai gerakan yang halus mulus.
Saat Anda meningkatkan resolusi layar (banyak kartu yang mendukung resolusi hingga 2048 kali 1536 pixel), Anda menambah beban kerja pada kartu grafis dengan memaksanya menghasilkan lebih banyak pixel. Hal yang sama berlaku juga saat Anda meningkatkan kedalaman warna dari “high color” 16-bit menjadi “true color” 32-bit, akan menambah kompleksitas kerja yang harus dikerjakan kartu tersebut. Karena frame yang besar membutuhkan lebih banyak pixel untuk mengisinya, frame rate dapat mengalami penurunan bila beban kerja telah mencapai kapasitas maksimum untuk menghasilkan data pixel oleh GPU dan RAMDAC.
[More]